Arrow
Cybercrimes always have cybertrails. Di era serba digital seperti sekarang ini, setiap kasus pasti memiliki jejak digital dan bisa dilacak.Kasus pembunuhan aktivis HAM (Munir), pembunuhan David Hartanto Widjaja (mahasiswa NTU Singapura), kecurangan pajak, kasus Bank Century, hingga tersebarnya video biru artis papan atas Indonesia merupakan beberapa contoh kasus yang mengandalkan barang bukti digital dalam penyelesaiannya.
Tak banyak orang yang menganggap barang digital itu penting. Apalagi untuk orang awam yang hanya ngerti menggunakan perangkat tersebut. Namun, tidak demikian Ruby Alamsyah. Barang bukti digital merupakan santapan lezatnya. Sepak terjangnya di dunia forensik digital pun layak diacungi jempol. Banyak kasus besar yang ditangani Mabes Polri maupun Polda Jakarta melibatkan jasanya sebagai seorang Digital Forensic Analyst (DFA).
Seperti apakah seluk-beluk dunia forensik digital yang digeluti Ruby Alamsyah dan tokoh-tokoh lainnya? Apa urgensi profesi ini dalam penuntasan kasus-kasus kriminal?
Langka Pesaing
“Tugas saya sebagai DFA adalah menganalisis barang bukti digital yang ditemukan polisi,” terang Ruby. “Untuk kasus video yang baru-baru ini terjadi, tugas saya tentu melacak siapa yang menjadi penyebar pertama, berikut barang bukti lainnya yang memiliki memori. Kalau menganalisis keaslian foto/video bukan wewenang saya,” imbuh pria kelahiran Jakarta, 23 November 1974 ini.
Peranan seorang ahli forensik digital di era teknologi seperti saat ini, boleh jadi terbilang penting. Ilmu forensik memiliki andil yang besar dalam menganalisis barang bukti digital. Turunan ilmu IT Securityini memang bertugas menganalisis barang bukti digital secara ilmiah demi menemukan bukti suatu tindak kejahatan. Barang bukti tersebut tentu harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik di mata hukum.
Menurut Ruby, barang bukti digital yang bisa dianalisis tidak melulu notebook, tapi juga personalcomputer (PC), handphone, PDA, MP3 player, dan sebagainya. Menurut pria yang menjadi satu-satunya warga Indonesia anggota High Technology Crime Investigation Association/HTCIA ini, semuayang memiliki memori, baik itu memori internal maupun eksternal dapat dianalisis.
Digital Forensic Analyst (DFA)
Untuk masuk ke organisasi yang mayoritas anggotanya terdiri dari para polisi itu tidaklah mudah. Sebagian besar wajib memiliki track record baik dalam melewati kasus-kasus besar dan mengungkap jejak digital menjadi sebuah barang bukti yang kuat di pengadilan. Untuk menangani kasus besar pun harus ada referensi dari polisi atau penegak hukum di negara setempat, sejumlah sertifikasi yang dimiliki, sertaresume. Seluruh persyaratan tadi lalu dibawa ke semacam rapat komite. Nah, di sinilah baru ditetapkan apakah seseorang bisa menjadi member HTCIA atau tidak. Faktor inilah yang lantas memunculkan anggapan bahwa menjadi anggota HTCIA tidaklah mudah.  
Ruby sendiri sudah mengantongi 4 sertifikasi di bidang forensik digital, yaitu GCIH (GIAC Certified Incident Handler) dari SANS Institute, USA; GCFA (GIAC Certified Forensic Analyst) dari SANS Institute, USA; CHFI (Computer Hacking Forensic Analyst) dari EC-Council, USA; ENCE (Encase Certified Examiner), dari Guidance Software; dan ACE (Accessdata Certified Examiner), dari AccessData.
Untuk mendapatkan sertifikasi-sertifikasi tersebut, sebagian besar harus melalui training resmi terlebih dahulu. Setiap training pun berbeda jangka waktunya. “Rata-rata 1 sampai dengan 2 minggu. Itu hanya training saja, untuk ujiannya ada yang mengambil langsung setelah training, ada juga yang menunggu beberapa waktu untuk belajar lebih detail lagi baru mengambil ujiannya,” jelas Ruby.
“Ada satu sertifikasi DF yang setelah lulus ujian tertulis, akan diberikan ujian praktik (dengan barang bukti digital Asli) dan diberi waktu selama 60 hari untuk menyelesaikannya,” ungkapnya. Sertifikasi di sini sebenarnya adalah sebagai penunjang/pendukung keahlian seseorang. Pada akhirnya pendidikan formal dan pengalaman jualah yang akan menentukan porsi keahlian seseorang. Artinya untuk menjadi seorang DFA, seseorang minimal harus memiliki latar belakang pendidikan TI.
Diakui Ruby, dirinya tertarik dengan forensik digital karena pesaingnya masih sedikit. Orang yang seperti Ruby memang masih sedikit. Pasalnya banyak orang TI yang enggan bersentuhan dengan dunia kepolisian, politisi, maupun hukum di Indonesia. Klien seorang DFA pun tidak sebarangan. “Klien saya sejak tahun 2006, sebagian besar adalah penegak hukum (Polri dan Kejaksaan. red). Mulai tahun 2009 sudah mulai banyak klien korporasi maupun klien individu. Saya sudah pernah menjadi saksi ahli di persidangan kasus perdata dan pidana (di pengadilan negeri.red), serta pengadilan di Badan Arbitrase Nasional,” urainya. Ruby juga bercerita, dirinya bahkan sempat mendapat bayaran 5 ribu dolar untuk tiga puluh menit.


Melacak Penyebar Pertama Video
Khusus untuk kasus tersebarnya video syur yang lalu, tugas seorang DFA adalah melacak pelaku penyebar pertama yang meng-upload video. Yang pertama-tama dilakukan adalah melakukan analisis/riset secara mendalam dan menyeluruh guna mengetahui siapa individu yang lebih dahulu memiliki file tersebut. Langkah yang ditempuh misalnya melakukan pelacakan awal mula penyebaran (dari yang melakukan penyebaran pada hari H), lalu meruut dan melacak siapa yang memiliki data tersebut paling awal.
Dalam hal ini sangat dimungkinkan untuk juga melacak IP address bila tidak diketahui secara pasti siapa individu tersebut. Untuk memudahkan pekerjaan, seorang DFA diperbolehkan melakukan kerjasama dengan ISP terkait yang memiliki log pelanggannya. ID-SIRTII pun bisa dimintai bantuan guna mendapatkan data lebih lanjut. Dari sini akan bisa menjadi peringatan bagi kita untuk tidak sebarang mengunggah foto/video ke dunia maya.
Seperti prajurit yang sedang bertempur, seorang DFA juga menggunakan "senjata" dalam melakukan pelacakan. Ruby menjabarkan aneka software yang digunakan biasanya tergantung dari kebutuhan setiap kasus. Namun, bila sudah mendapatkan barang bukti digital secara fisik, baru dilakukan proses forensik digital secara detail. Namun sebelum itu, tekniknya bisa menggunakan e-discovery.
Bagi yang masih awam, e-discovery merupakan teknik pencarian data elektronik, di mana data elektronik tersebut ditempatkan/berada, serta bagaimana mengamankan dan menyitanya untuk dapat dijadikan barang bukti pada sebuah kasus. E-discovery dapat dilakukan pada komputer tertentu, atau pun pada jaringan tertentu. Pada bidang forensik digital, e-discovery merupakan proses investigasi yang dilakukan terhadap harddisk pada komputer tertentu. Barang bukti tersebut selanjutnya mengalami proses kloning (forensic imaging).
Perangkat yang digunakan untuk melakukan computer forensic dan mobile phone forensic pun berbeda. “Untuk computer forensic, saya menggunakan Encase v6.15, FTK 3, Sleuthkit-Autospy, Helix, dd, Forensic Duplicator (Tbleau-TD1), Forensic Write Blocker, dan lain-lain. Sementara untuk [melakukan] mobile phone forensic, [saya] menggunakan Cellbrite, XRY/XACT, Paraben Device Seizure, Bitpim, dan lain-lain,” jelasnya.
Adakah kesulitan yang dialami? Pasti ada. Biasanya Ruby mengalami kendala ketika menjumpai aneka file yang tersembunyi (steganography) dan terenkripsi. “Seperti layaknya criminal non-cyber, biasanya sepintar-pintarnya penjahat pasti akan meninggalkan jejak. Tinggal sepintar-pintarnya tim penyidik untuk mendapatkan jejak apa yang tertinggal,” jelas pria yang biasa mengisi waktu senggangnya dengan membaca buku dan menonton film ini. Ada tools dan teknik-teknik tertentu untuk menyiasati masalah tersebut. Misalnya untuk menghadapi steganography, penyelidik bisa menggunakan software “Steg-detect” guna mendapatkan file tersembunyi tersebut.
Demikian halnya untuk pelaku tindak kejahatan cyber yang menggunakan jaringan wireless. Pelacakan dapat dilakukan dengan mencari log serta data-data lain, misalnya berupa CCTV tempat jaringan itu berada. Lalu, bagaimana jika yang dilacak adalah individu yang sedang menggunakanmobile phone? “Tentu saja pelacakan bisa dilakukan secara remote/mobile,” tegas Ruby.
Ruby juga menjelaskan proses penyelidikan setiap tindak kejahatan cyber sudah pasti membutuhkanbandwidth. Namun menurutnya, bandwidth bukanlah hal utama, pun tidak perlu menggunakanbandwidth besar-besar, karena bukan untuk melakukan offensive attackBandwidth hanya dibutuhkan untuk koneksi internet saja, tidak lebih.


Prosedur Forensik Digital 
Seperti juga pekerjaan profesional lainnya, seorang DFA harus mematuhi peraturan keanggotaan yang sudah ditetapkan.“Jika saya melanggar, saya bisa dikeluarkan dari keanggotaan (HTCIA, red),” beber Ruby.
Istimewanya, seorang DFA dapat memberikan masukan kepada penegak hukum tentang barang bukti digital apa saja yang mungkin terkait dalam sebuah kasus, selain merekomendasikan proses penyitaan, melakukan proses cloning barang bukti digital, melakukan proses analisis, membuat laporan, sampai menjadi saksi ahli di persidangan bila dibutuhkan.
Dalam menjalankan tugasnya, ada 4 (empat) langkah yang menjadi prosedur operasional standar (standard operating prochedure/SOP) seorang DFA. Pertama, mengkloning barang bukti digital yang sudah ada di polisi. Kloning di sini menggunakan metodologi khusus byte by byte copy cloning. Kedua, menganalisis barang bukti dari barang duplikasi. Jadi bukan barang bukti asli yang diteliti karena bisa rusak. Jika barang bukti asli rusak, kasus bisa gagal. Barang bukti berubah satu bytesaja bisa rusak dan dianggap tidak valid. Ketiga, melakukan proses recovery dan analisis lebih lanjut. Keempatmelakukan reporting. Ruby menambahkan bahwa analisis harus dilakukan pada barang bukti duplikasi, bukan yang asli. Hal ini untuk menghindari kehilangan/perubahan/kerusakan data pada barang bukti asli.
Menariknya, bidang forensik digital ini mengawinkan dua disiplin ilmu, yakni ilmu komputer dan ilmu hukum. Untuk Indonesia, pasar seperti ini masih sangat luas. “IT di Indonesia ke depannya bersinggungan dengan dunia hukum, which is every day akan selalu ada potential market,” tegas Ruby. Mulai dari penegak hukun, kuasa hukum, sampai korporasi maupun individu menjadi pasar potensial (potential market) dari forensik digital (digital forensic). Tidak dapat dipungkiri pula bahwa tindak kriminal setiap hari semakin meningkat. Apalagi melihat ketergantungan individu terhadap perangkat teknologi yang semakin meningkat pula. Dapat dipastikan pula bahwa kemungkinan besar di setiap kasus kriminal mana pun, akan terdapat barang bukti digital yang dapat dianalisis dengan forensik digital.
Mewakili seorang DFA, Ruby mengaku masih memiliki impian yang ingin dicapai. Nantinya, ia berharap Indonesia dapat segera memiliki aturan/guideline tentang proses penanganan barang bukti digital (yang tepat dan baik bagi penegak hukum pada khususnya). UU ITE serta RUU Tipiti dapat menjadi batu pijakan untuk dapat segera merealisasikan aturan tersebut. Pada akhirnya semua kasus yang berhubungan dengan barang bukti digital dapat ditangani dengan tepat dengan integritas yang terjaga secara utuh. (*)


Melacak Wajah
Ilmu forensik tidak melulu harus terkait dengan notebook/harddisk. Apalagi jika barang bukti tindak kejahatan berhubungan dengan foto/video. Biasanya yang digunakan adalah forensik bidang kedokteran. Misalnya saja kasus bom bunuh diri teroris atau tersebarnya video biru yang lalu. Untuk mengungkap kasus seperti itu, digunakanlah suatu teknik bernama superimposed. Di sinilah kemampuan seorang ahli seperti drg. Peter Sahelangi, DFM (Senior Superintendent ( Ret )Forensic Odontologist) diperlukan.
Superimposisi Cranio Facial
Superimposisi Cranio Facial  adalah suatus sistem pemeriksaan untuk menentukan jati diri seseorang dengan membandingkan foto korban/rekaman video semasa hidupnya (ante mortem) dengan tengkorak/ jenazah korban yang ditemukan kemudian (post mortem),” jelas mantan Kepala Rumah Sakit (RS) Polri tahun 1976-2008 ini.
Prinsip kerjanya yaitu dengan cara membandingkan titik anatomis dalam wajah/tengkorak yang tidak bisa berubah/diubah kemudian ditumpangtindihkan/ superimposed (dengan teknik-teknik tertentu dan alat-alat tertentu yang disebutskull mounting & orientation device (SMOD). Teknik ini dapat dilakukan pada jenazah dan tentu saja orang yang masih hidup.
Yang bisa melakukan teknik ini pun tidak sebarangan orang. Untuk melakukan hal ini, diperlukan seorang yang setidaknya memiliki pengetahuan anatomi tubuh secara baik, misalnya dokter/dokter gigi. Ilmu forensik yang dimiliki Peter diakuinya didalami dengan cara kursus. Itu pun gampang-gampang susah. Menurutnya, orang tersebut juga harus mengenal pribadi si expert atau berkawan dengan mereka, baru mereka mau terbuka menularkan ilmunya.
Peter juga bercerita mengenai kasus yang heboh sekarang, yang dulu juga pernah terjadi di Malaysia (saat video seks seorang pejabat dengan artis-artis Malaysia tersebar). Alat yang digunakan pun sama, yakni menggunakan SMOD.
Untuk melakukan analisis terhadap foto/gambar, tidak ada prosedur khusus seperti seorang DFA (yang harus melalui empat tahap). “Yang penting ada surat permintaan dari penyidik, [baru akan] kami laksanakan,” jelas pria kelahiran 60 tahun silam ini. Selain SMOD, masih ada beberapa perangkat lain yang digunakan, seperti video dan komputer dengan program Adobe Photoshop.
Lamanya waktu analisis pun berbeda-beda. “Tergantung sulit tidaknya kasus dan kualitas foto pembanding, posisi, dan lain-lain. [Lamanya proses] bisa [berlangsung] beberapa jam, bisa juga beberapa hari,” terang Peter. Sebagai seorang expert, Peter hanya menjawab cocok atau tidaknya titik-titik anatomisnya. “Soal asli atau tidaknya bukan wewenang kami,” tegas pria yang kini menjadi dosen Bagian Forensik & Medikolegal Fakultas Kedokteran UNHAS Makassar serta dosen terbang di beberapa fakultas kedokteran gigi beberapa perguruan tinggi di Indonesia.
Hampir setiap pekerjaan memiliki kendala masing-masing. Bagi Peter, kendala yang kerap ia hadapi misalnya jika korban tidak pernah difoto seumur hidupnya (untuk korban yang sudah meninggal). “Ada kasus pembunuhan di Ambon yang tengkoraknya dikirim pada kami, tapi korban tidak pernah mempunyai foto/tidak pernah difoto,” jelas Peter. “Kualitas foto yang sangat jelek, tengkorak yang ditemukan sudah hancur tidak berbentuk kepala manusia lagi. Posisi korban yang tidak optimal, misalkan menyamping, tertutup orang lain juga menjadi kendala,“ tukasnya. (*)


Menantang Kejelian Mata
Video heboh yang tersebar beberapa waktu lalu, sempat memicu kecurigaan publik terhadap si pelaku yang ada di video tersebut.
Sebagai awam, pasti ada di antara kita yang langsung menuding, “ Ya, benar itu si A, atau itu memang si B. Gosip baru, nih.”Padahal kenyataannya, belum tentu itu si A atau si B. Bisa saja si C. Oleh karena itu, dibutuhkan teknik khusus untuk membuktikannya.
“Menganalisa video bisa menggunakan setting slow motion, contohnya menggunakan Windows Media Player (WMP). Dengan slow motion  ini, akan keliatan asli atau tidaknya gerakan tersebut,” ujar Abimanyu Wachjoewidajat, pria yang kerap dimintai keterangan terkait analisa foto/ video. 
Gambar yang ada di video tersebut kemudian di-compare dengan foto lainnya yang dicari di internet. “Ukurannya pun harus sama, tidak boleh berbeda,” tukas pria yang akrab di sapa Abah ini. Tugas selanjutnya adalah mencocokkan posisi. Untuk analisis dengan teknik slow motion ini, tidak melulu menggunakan WMP, dapat juga menggunakan Winamp atau Windows Media Classic yang ada di komputer kita. “Apa saja bisa, asal media tersebut bisa [melakukan teknik] slow motion agar ketika gambar diperbesar tidak pecah,” imbuh Abimanyu.  
Sementara untuk menganalisis foto, bisa menggunakan teknik morphing. “Dengan demikian posisi mata, hidung, bibir akan kelihatan kemiripannnya,” jelas Abimanyu. “Menggunakan teknik morphingini juga tidak boleh memaksa, karena kalau memaksa hasil gambarnya tidak valid,” tegas pria yang pernah menjabat sebagai Data Center Manajer PT. Excelcomindo ini. Proporsinya pun harus sama. Misal naik 5 persen dan ke kanan 5 persen. Itu harus sama.
Menganalisis foto/video, dijelaskan Abimanyu harus dalam suasana tenang. Jadi tidak bisa dilakukan secara mobile karena akan susah. Kendala lainnya adalah dalam menganalisis kemiripan. Contohnya gambar. Selain itu adalah mencari gambar-gambar lainnya yang mirip melalui internet. Abimanyu juga menyatakan bahwa dalam menganalisis foto/gambar, kita tidak bisa melakukannya secara asal-asalan.
Text adalah salah satu sumber unstructured data yang paling besar, karena sebagian besar informasi tersimpan dalam text, baik text dalam berbagai filetype (doc txt pdf dll) maupun web text (html). Dewasa ini semakin sering dilakukan riset yang melibatkan text, dan bidang ilmu komputer yang melibatkan text diantaranya adalah Natural Language Processing, Text (Web) Mining, ataupun Information Retrieval.
Berikut adalah beberapa fungsi text (string) dalam PHP yang akan sering digunakan apabila anda berkutat dengan penelitian yang melibatkan text processing.

1. Menambahkan slash (\) dalam string –> addslashes.
<?php
$text = "This is Anne's book.";
echo addslashes($text);
?>
Output :
This is Anne\’s book.
Kenapa hal ini penting? Dalam pemrosesan teks, seringkali tanda quote (‘) akan menimbulkan eror ketika dilakukan parsing terhadap text tersebut, terutama ketika kita menggunakan regular expression.

2. Memecah string dengan string –> explode.
<?php
$sentence = "My name is June";
$word = explode(" ", $sentence);
print_r($word);
?>
Output :
Array
(
[0] => My
[1] => name
[2] => is
[3] => June
)
Explode akan memecah text dan membaginya ke dalam array, seperti contoh diatas, $text di-explode dengan string ” ” (spasi). Hal ini merupakan dasar dari algoritma tokenizing, yaitu memecah kalimat dalam kata – kata penyusunnya. Tokenizing akan sering sekali digunakan dalam text processing.

3. Menggabungkan array string dalam satu string –> implode.
<?php
$arrayWord = array('This', 'is', 'a', 'sentence');
$joinString = implode(" ", $arrayWord);
echo $joinString;
?>
Output :
This is a sentence
Implode, seperti terlihat dari contoh diatas (contoh : array dalam contoh di-implode / digabung dengan menggunakan string spasi), merupakan kebalikan dari fungsi no 2 (explode). Fungsi implode memiliki alias, yaitu Join.

4. Memberikan nilai MD5 dari string –> md5.
<?php
$string = 'password';
$stringMd5 = md5($string);
echo $stringMd5;
?>
Output :
5f4dcc3b5aa765d61d8327deb882cf99
MD5 merupakan salah satu fungsi hash (kriptografi satu arah) yang cukup terkenal dan sering digunakan untuk security (meskipun sekarang sudah banyak md5 decryptor). Fungsi md5 seperti ini akan sering digunakan apabila kita membangun sebuah aplikasi yang memerlukan autentikasi (misal untuk login ke dalam sistem).

5. Menghilangkan HTML Tag dalam string –> strip_tags
<?php
$text = '<b>June Susan</b> <i> June June</i>';
echo strip_tags($text); echo '<br>';
echo strip_tags($text, '<i>'); // Allow tag <i>
?>
Output :
June Susan June June
Sebelum kita bisa memproses text dari web (yang biasanya berbentuk hypertext / html), maka kita harus “membersihkan” tag – tag html yang ada dalam text tersebut. Disinilah fungsi strip_tags berguna. Kita bisa menghilangkan seluruh tag, ataupun mengijinkan tag tertentu untuk tetap berada dalam text (lihat contoh).

6. Menghitung panjang string –> strlen.
<?php
$string = 'I am a superman';
echo strlen($string);
?>
Output :
15
Strlen menghitung jumlah karakter (panjang) dari string, spasi, dan simbol – simbol yang ada dalam string juga akan dihitung dalam fungsi strlen.
Banyak perdebatan diantara para Blogger, Webmaster, maupun pakar SEO terhadap sistem ranking Alexa untuk blog maupun website. Banyak orang yang bingung kenapa situs mereka yang mempunyai traffic tinggi tetapi ranking Alexa nya tidak kunjung naik? Hal ini disebabkan karena Alexa menghitung traffic pada suatu situs dari browser yang ter-instal Alexa toolbar, jadi traffic dari browser yang tanpa di instal Alexa toolbar tidak termasuk didalam algoritma ranking Alexa. Tetapi kenyataannya algoritma dari sistem ranking Alexa untuk blog maupun website adalah salah satu yang terbaik di dalam industri ranking online.
Pengertian Alexa Rank | Apa Itu Alexa Rank
Alexa rank merupakan salah satu indikator kepopuleran suatu situs dan juga sering dipakai untuk menilai kualitas suatu situs, situs yang mempunyai kualitas tinggi dari segi konten, backlink, dan traffic akan memiliki Alexa rank yang kecil, contoh: google.com (Alexa rank #1), facebook.com (Alexa rank #2).

Teknik yang Terbukti Untuk Cepat Menaikkan Alexa Rank

Dibawah ini adalah beberapa cara/teknik untuk menaikkan Alexa rank yang sudah terbukti dapat meningkatkan Alexa rank dengan cepat.

Claim Your Site Pada Situs Alexa

Claim Your Site, untuk meningkatkan ranking Alexa sebelumnya anda harus register dan claim blog/website anda terlebih dahulu dan menempatkan Alexa ID Meta tag pada bagian head di template anda, maka Alexa akan mempermudah mengakses situs anda. Site description, country name dan profile adalah hal yang sangat penting ketika melakukan claiming. Selalu gunakan keyword sesuai dengan tema blog anda ketika mendeskripsikan situs anda, meskipun itu adalah hal yang kecil tapi sangat membantu untuk menaikkan ranking Alexa pada blog anda.

Install Alexa Toolbar Pada Browser

Memasang/Install Alexa Toolbar pada browser anda adalah hal yang wajib anda lakukan untuk menaikkan Alexa rank. Anda harus meng-update blog anda menggunakan browser yang sudah ter-instal Alexa toolbar, semua aktivitas yang anda lakukan pada blog anda harus menggunakan browser yang sama dan sudah terinstal Alexa toolbar.

Update Konten Blog Secara Teratur Agar Cepat Meningkatkan Alexa Rank

Update konten secara teratur pada blog anda adalah cara yang sangat bagus untuk meningkatkan Alexa rank, Alexa sangat menyukai fresh konten sama halnya dengan Google. Saya pernah membaca pada sebuah situs yang terkenal bahwa meng-update blog 7-10 kali dalam seminggu akan sangat cepat menaikkan Alexa rank.

Konten Yang Berkualitas

Alexa juga mempertimbangkan page view, bounce rate, ketika me-ranking situs anda. Unik dan fresh konten akan membuat pengunjung blog anda akan betah berada pada blog anda, buatlah konten yang selalu sesuai dengan tema blog anda, konten yang tidak sesuai dengan tema blog akan berefek negatif bagi ALexa rank dan sangat merugikan.

Link Building

Alexa juga menghitung link, koleksi link atau backlink yang mengarah pada blog anda juga akan membuat Alexa rank meningkat, banyak cara untuk mendapatkan backlink seperti social bookmarking, link exchange, guest blogging, forum, dll.

Blog Commenting

Anda harus menyadari bahwa kebanyakan dari blog memiliki atribut NoFollow dalam sistem komentar mereka, Ini tidak membantu untuk meningkatkan Google pagerank. Dan, jika Anda berkomentar pada blog secara agresif untuk jangka panjang maka Anda mungkin menjadi korban dari massa spam oleh Google. Jangan takut, Anda percaya atau tidak, mesin pencari Google selalu mencari niat. Jika Anda memposting komentar konstruktif dengan menggunakan kata kunci dengan bijaksana, maka Google akan mengirimkan sinyal positif dan membantu Anda untuk meningkatkan Alexa rank.

Konten Spesial untuk Webmasters

Hampir semua webmaster dan pemilik blog menggunakan Alexa toolbar pada browser mereka, dan Jika Anda menulis posting khusus untuk mereka dengan optimasi mesin pencari yang optimal maka Alexa rank anda akan meningkat sangat cepat karena mereka akan mengunjungi blog anda dengan browser mereka yang sudah ter-instal Alexa toolbar. sedikit contoh konten untuk webmaster seperti membahas tentang SEO, Blogger, cara modifikasi website/blog, dll.
Alexa Pro

Jika anda seorang Blogger yang memang serius menekuni blogging dan mendapatkan keuntungan di dunia blog, tidak ada salahnya anda mencoba dan membeli
Alexa Pro, selain untuk meningkatkan Alexa rank dengan cepat, anda juga bisa menikmati fitur -fitur lebih dari Alexa seperti mempromosikan website anda di Alexa search results, menambahkan company logo, link back ke situs anda, dll. Jika anda blogging hanya sekedar hobi seperti saya ini lebih baik memilih Alexa free saja.
Saat ini sudah banyak jaringan yang beroperasi di seluruh dunia. Sebagian dari jaringan itu sudah dimiliki oleh perusahaan telekomunikasi. Jaringan dapat dibedakan berdasarkan sejarah, administrasi, fasilitas yang ditawarkan, rancangan teknisnya dan komunitas pengguna. Pada bagian ini, kita akan meninjau beberapa contoh yaitu : Windows NT Server, Novell NetWare dan Internet.

a.    Windows NT Server
Windows NT Server dikembangkan oleh Microsoft Corporation dan pada mulanya digunakan untuk menandingi NovellNetWare. Sistem operasi jaringan ini menawarkan solusi jaringan lengkap untuk organisasi kelas menengah sampai ke jaringan besar untuk perusahaan-perusahaan raksasa.

Windows NT Server merupakan system operasi yang harus digunakan bila kita berniat membangun suatu jaringan berbasis PC yang besar dan mungkin dengan protokol yang berbeda-beda serta dengan jumlah yang  banyak.
Disamping itu harga yang layak dan dukungan teknis dari Microsoft juga merupakan hal yang perlu dipertimbangkan.

b.    Novell NetWare
NetWare dikembangkan oleh Novell Corporation. NetWare dirancang untuk digunakan oleh perusahaan yang ingin mengubah mainframe menjadi jaringan-jaringan PC. Dalam system ini, setiap pengguna memiliki desktop PC yang berfungsi sebagai client dan sejumlah PC yang lebih besar sebagai server. Sebuah server bertugas menyediakan layanan file, layanan database dan layanan-layanan lain ke sejumlah client. Dengan kata lain, Novell NetWare didasarkan pada model client-server

c.    Internet
Apa sebenarnya arti berada diinternet? Bagaimana sebuah komputer dapat berada diinternet? Sebuah komputer berada di internet apabila komputer itu bias mengoperasikan protokol TCP/IP, memiliki alamat IP dan memiliki kemampuan untuk mengirim paket IP ke semua komputer di internet.

Secara garis besar, ada beberapa aplikasi dari internet yaitu sebagai berikut:

1    E-mail
Kemampuan menyusun, mengirim dan menerima e-mail telah ada sejak ARPANET dan sangat popular

2    Newsgroup
Newsgroup merupakan forum khusus di mana pengguna yang memiliki hobi yang sama dapat bertukar idea tau gagasan

3    Remote Login
Pemakaian telnet, rlogin atau program-program yang lain, pengguna yang berada dimanapun dapat melakukan login ke komputer asalkan dia mempunyai account.

4    Transfer File
Penggunaaan program FTP adalah memungkinkan pengguna untuk menyalin file dari suatu file dari computer di internet ke computer lainnya. Sejumlah artikel, informasi pentng apa saja bias didapat dengan cara ini

5    Gopher
Gopher adalah aplikasi yang dapat mencari informasi yang ada di internet, tetapi hanya text base saja, atau berbasiskan teks. Untuk mendapatkan informasi melalui Gopher, kita harus menghubungkan diri dengan Gopher server yang ada di internet.

6    Chat
Chat dalam bahasa Indonesia artinya adalah “ngobrol” merupakan program aplikasi internet yang memungkinkan kita berbicara secara langsung (on-line) dengan lawan bicara kita. Program aplikasi ini biasa disebut IRC(Internet Relay Chat).
Topologi adalah istilah yang digunakan untuk mengambarkan bagaimana komputer terhubung dalam suatu jaringan. Secara umum, topologi dibedakan menjadi dua jenis yaitu topologi fisik dan topologi logika. Topologi fisik menguraikan layout aktual dari perangkat keras jaringan, sedangkan topologi logika menguraikan perilaku komputer pada jaringan, dari sudut pandang operator manusianya.

a.    Topologi Fisik
 Topologi fisik jaringan komputer adalah bagaimana cara dan bentuk jaringan  komputer secara fisik dalam menghubungkan antar komputer.


1)    Topologi Fisik Linear Bus
Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel,

yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lain. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan ditetapkan sebagai file server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk penyebaran file data, dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi.

         Topologi ini digunakan pada jaringan area lokal dan untuk jaringan banyak titik untuk jarak yang relatif pendek. Kelebihan  dari model ini  adalah bahwa untuk memfungsikan jaringan tidak setiap komputer perlu dijalankan dan apabila ada terminal-terminal tambahan dapat dihubungkan ke jaringan tanpa harus mengkonfigurasi ulang jaringannya. Karena setiap lintas informasi hanya digunakan satu kabel saja, maka kinerjanya kadang agak lambat.


2)    Topologi Fisik Ring
     Layout ini serupa dengan linear bus, kecuali simpul terhubung dalam suatu lingkaran dengan menggunakan segmen kabel. Dalam layout ini, tiap simpul secara fisik terhubung hanya ke dua simpul lain. Masing-masing simpul mengirim informasi ke simpul berikutnya, hingga tiba di sasaran yang dituju.

    Kinerja pada sistem ini dapat lebih cepat sebab tiap bagian dari sistem pengkabelan hanya menangani aliran data antara dua mesin. Jenis topologi ini dapat dijumpai dalam jaringan peer-to-peer, dimana tiap mesin mengelola pemrosesan informasi maupun penyebaran file data. Kelebihan dari topologi model ring adalah kinerjanya dapat lebih cepat, sedangkan kekurangannya adalah untuk mengaktifkan jaringan, harus menghidupkan semua komputer.

3)    Topologi Fisik Star
Tiap terminal terhubung ke sebuah titik pusat (server) oleh suatu sirkuit terpisah dan semua sambungan antar terminal dihubungkan oleh hub. Topologi ini memiliki keunggulan dalam hal minimalnya lintas data sepanjang kabel (hanya terminal ke-server), sehingga dapat dicapai kinerja yang optimal. Tetapi karena satu mesin harus mengkoordinir seluruh komunikasi data, berarti topologi ini memerlukan file server yang sangat ampuh (dan mahal), plus kabel t
        
4)    Topologi Fisik Mesh
    Topologi ini mempunyai sejumlah simpul dimana setiap simpulnya tersambung secara total dengan simpul-simpul yang lain, sehingga hubungan dari satu simpul ke simpul yang lain  dapat melewati sejumlah jalur. Keuntungan dari model ini adlah berkurangnya efek kegagalan persambungan jalur dan kadang terjadinya congestion (kemacetan) sambungan ke simpul  tujuan. Sedangkan kerugian dai model ini adalah munculnya tunda pengiriman, serta mahalnya biaya persambungan, sehingga simpul-simpul pada model ini tidak disambungkan secara menyeluruh.    


5)    Topologi Fisik Cluster (Pohon)
Topologi model ini menggunakan sebuah komputer yang dihubungkan oleh jalur empat kawat ke titik cabang yang disebut cluster controller  yang sesuai untuk rangkaian pertukaran telepon. Cluster controller  memisahkan jalur menjadi dua atau lebih cabang dan setiap cabang dipisahkan menjadi dua atau lebih cabang oleh cluster controller  yang lain dan seterusnya sampai dicapai maksimum dua belas cabang. Diperlukan sebuah modem pada ujung komputer pada jalur utama dan sebuah modem pada ujung terminal pada setiap cabang.
Secara garis besar  tipe jaringan terdiri dari dua macam, yaitu jaringan berbasis  server (client server) dan jaringan berbasis peer to peer.

a.    Jaringan Peer-To-Peer
Komputer pada sebuah jaringan peer-to-peer dapat berfungsi sebagai sebuah client maupun sebagai sebuah server, jaringan peer-to-peer tidak memiliki kontrol terpusat (centralized control) pada sumber daya yang terbagi (shared resources). Semua peralatan dapat membagikan sumber dayanya dengan semua komputer pada jaringan yang sama. Hubungan peer berarti tidak ada satu komputer-pun yang memiliki prioritas akses tertinggi, maupun tanggung jawab tertinggi untuk membagikan sumber daya.


Semua pengguna (user) pada jaringan peer-to-peer dapat bertindak sebagai administrator jaringan, sehingga setiap pengguna jaringan dapat mengatur hak akses sumber daya pada komputer yang digunakannya. Pengguna mungkin saja memberikan hak akses tidak terbatas (unlimited access) pada sumber daya lokal, atau memberikan ijin hanya pada sumber daya tertentu. Setiap pengguna dapat memutuskan apakah pengguna lain dapat meng-akses sumber daya secara sederhana hanya dengan melakukan permintaan (requesting), atau harus menggunakan kunci (password).

        Pada umumnya jaringan peer-to-peer terdiri dari sekumpulan komputer workstation atau sering disebut juga client yang terhubung melalui media jaringan yang sama. Komputer workstation tersebut pada umumnya tidak dirancang untuk dapat berfungsi sebagai server jaringan, sehingga unjuk kerja (performance) dari jaringan dapat dengan mudah menjadi sangat lamban pada saat banyak pengguna yang mencoba meng-akses sumber daya pada beberapa komputer atau peralatan lainnya.

Selain itu jika sebuah komputer sedang di akses sumber dayanya oleh pengguna lainnya melalui jaringan, maka pengguna pada komputer tersebut akan merasakan penurunan unjuk kerja (performance) dari komputer yang sedang digunakannya.

Pada sebuah jaringan peer-to-peer tidaklah mudah untuk mengorgranisasi data yang ada, karena setiap komputer dapat berfungsi sebagai server. Hal ini menyulitkan pengguna untuk selalu mengetahui informasi yang dicari berada pada komputer yang mana. Jika setiap 10 pengguna bertanggung jawab pada sebuah kumpulan dokumen, salah seorang dari mereka mungkin harus meng-akses ke 10 komputer untuk mencari file tertentu.

Untuk memasang (install) jaringan peer-to-peer termasuk mudah dan murah. Jaringan peer-to-peer umumnya hanya membutuhkan sebuah sistem operasi seperti: Ms. Windows 95 atau Windows for Workgroups, pada komputer yang memiliki kartu jaringan (NIC=Network Interface Card) dan media jaringan yang sama. Begitu komputer terhubung, pengguna dapat segera membagikan informasi dan sumber dayanya.

b.    Jaringan Client/Server
Client/Server biasa di deskripsikan sebagai “network servers” atau “server-based”. Sebagai definisi sederhana sebuah server adalah sebuah mesin (komputer) yang hanya berfungsi untuk melayani atau menjawab (dengan kata lain me-respond) permintaan client.

Sebuah server biasanya sangat jarang dioperasikan secara langsung oleh manusia. Sebuah server dioperasikan oleh seorang administrator hanya pada saat: pemasangan (install) sistem operasi atau penambahan aplikasi perangkat lunak (software), meng-konfigurasi (configure), atau mengatur fasilitas layanan-nya (manage its services).

Pada umumnya, sebuah server adalah sebuah kombinasi dari perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) khusus, yang menyediakan layanan-layanan (services) pada sebuah jaringan kepada komputer-komputer lainnya (workstations)  atau untuk proses lainnya.

Jaringan berbasis-server (server-based) bertumpu pada komputer yang memiliki fungsi khusus (special-purpose komputers) disebut server yang menyediakan tempat penyimpanan terpusat (centralized repositories) untuk sumber daya jaringan, berikut keamanan dan pengaturan hak akses terpusat dalam perusahaan (incorporate centralized security and control access).

Sebuah komputer server umumnya memiliki processor atau CPU yang kencang, memori yang cukup besar, harddisk yang berkapasitas besar, dan peralatan tambahan seperti tape drives dan CD-ROM, jika dibandingkan dengan komputer client atau workstation. Server dirancang untuk memproses banyak permintaan (multiple requests) pada sumber daya yang dibagi secara cepat dan efisien.

Server biasanya hanya-untuk (dedicated) melayani (servicing) permintaan client jaringan. Sebuah server seharusnya di letak-kan pada lokasi khusus dan aman (misal: ruangan kontrol akses yang terpisah dari akses umum area kantor), karena bagaimanapun keamanan fisik dalam hal meng-akses server adalah sebuah kunci penting dalam keamanan jaringan. Jaringan berbasis server selalu menyediakan verifikasi terpusat (centralized verifications) pada user accounts dan passwords.

c.    Jaringan Wireless
“Jaringan wireless adalah jaringan nirkabel yang menggunakan gelombang radio sebagai media tranmisinya”. Teknologi jaringan saat ini telah berkembang dengan pesat. Berbagai macam teknologi telah dikembangkan untuk membantu manusia dalam berkomunikasi.Salah satunya adalah jaringan wireless, di mana jaringan ini dapat di access oleh siapa saja lewat transmisi gelombang radio.

Ada dua buah perangkat wireless, satu buah jenis wireless Access Point (WAP) dan sebuah lagi Wireless Cable/DSL Router.  Kedua perangkat ini sudah lama tidak difungsikan secara optimal. Wireless access point dan wireless router hanya berbeda cara setting saja. Dimana WAP tidak dapat membagikan DHCP dan sebaliknya wireless router  dapat membagikan DHCP kepada usernya.

“Secara umum terdapat dua jenis configurasi jaringan wireless, yakni : wireless berbasis Ad-hoc dan yang lainnya wireless berbasis Infrastruktur.

1)    Jaringan Wireless Yang Berbasis AD-hoc
Pada jaringan ini, komunikasi antara satu perangkat komputer satu dengan yang laindilakukan secara spontan atau langsung tanpa melalui konfigurasi tertentu selama sinyal access point dapat diterima dengan baik oleh perangkat-perangkat di dalam jaringan

2)    Jaringan Wireless Yang Berbasis Infrastruktur
Pada hal ini, lebih dari satu access point menghubungkan jaringan wireless melalui jaringan berbasis kabel. Jadi pada jenis jaringan ini, untuk melayani perangkat komputer didalam jaringannya. Maka access point memerlukan koneksi kejaringan berbasis kabel terlebih dahulu .

Berdasarkan luas wilayah, tipe jaringan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a.    Local Area Networks (LAN)
Local Area Networks (LAN) adalah kumpulan komputer yang terhubung dengan jaringan pada daerah yang sempit (a small physical region), seperti sebuah gedung perkantoran.

1)    Keuntungan LAN
•    Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah (File Sharing)
•    Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua client (Printer Sharing)
•    File data yang keluar/masuk dari/ke server dapat di kontrol
•    Proses backup data menjadi lebih mudah dan cepat
•    File-file data dapat disimpan pada server, sehingga data dapat diakses dari semua client menurut otorisasi sekuritas dari semua karyawan,
yang dapat dibuat berdasarkan struktur organisasi perusahaan sehingga keamanan data perusahaan terjamin
•    Proses backup data menjadi lebih mudah proses dan cepat
•    Resiko kehilangan data oleh virus komputer menjadi sangat kecil sekali
•    Komunikasi antar karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan E-mail dan chat
•    Biaya akses ke Internet lebih murah karena menggunakan Server
•    informasi dapat lebih banyak ditemukan oleh client
•    Dapat saling tukar menukar data/informasi
•    Bisa dijadikan Workstation

2)    Kerugian LAN
•    Jika menggunakan HUB akan lebih lambat dalam pengaksesan karena speed terbagi untuk client yang lain
•    Tidak bisa dijadikan sebagai Server

b.    Metropolitan Area Networks (MAN)
Metropolitan Area Networks (MAN) menggunakan teknologi WAN   untuk menghubungkan (interconnect) LAN pada sebuah daerah geografik tertentu, seperti sebuah kota.

1)    Keuntungan MAN:
•    Server kantor pusat dapat berfungsi sebagai pusat data dari kantor cabang.
•    Transaksi yang Real-Time (data di server pusat diupdate saat itu juga, contoh ATM Bank unluk wilayah nasional)
•    Komunikasi antar kantor bisa menggunakan e-mail, chatting
dan Video Conference (ViCon).

2)    Kerugian MAN:
•    Biaya operasional mahal.
•    Instalasi infrastrukturnya tidak mudah.
•    Rumit jika terjadi trouble jaringan (network trouble shooting).

c.    Wide Area Networks (WAN)
Wide Area Networks (WAN) mencakup koneksi jaringan lintas dunia sarana komunikasi pihak ke tiga (a third-party communications carrier) biasanya digunakan untuk mengirim (transmit) komunikasi antar jaringan.

1)    Keuntungan WAN:
•    WAN atau Wide Area Network adalah jaringan yang sangat luas sehingga dapat menghubungkan antar daerah, pulau atau bahkan antar benua.
•    Jika satu jaringan lokal yang terhubung pada WAN memiliki koneksi internet, maka seluruh komputer yang ada dalam WAN dapat menikmati koneksi internet, jika diijinkan. Hal ini berarti penghematan pada biaya langganan internet yang terpusat pada satu titik saja.
•    WAN dapat menghubungkan komputer yang berada dalam suatu kawasan yang luas dalam waktu singkat sehingga WAN dapat digunakan sebagai media komunikasi internal yang mengurangi biaya telepon tiap bulannya.

2)    Kerugian WAN:
•    WAN atau Wide Area Network merupakan jaringan yang memiliki tingkat kerumitan dan kesulitan tinggi dalam hal pengaturan. Alat-alat yang dibutuhkan untuk membangun WAN terbilang relatif mahal. WAN membutuhkan banyak peralatan dan data sebelum jaringan yang ada berhubungan dan berkomunikasi dengan internet secara global.
•    WAN juga rentan terhadap masalah keamanan data karena bagaimanapun kita tidak dapat mengontrol apa yang terjadi diantara node yang jaraknya bisa sampai puluhan bahkan ratusan kilometer jauhnya. Dalam perjalanannya, bisa saja data antar perusahaan diambil oleh orang lain, baik oleh orang dalam maupun orang luar yang memiliki penguasaan terhadap kelemahan sistem kita.
•    Jika menggunakan jasa sewa jalur atau leased line, biaya yang dikeluarkan tiap bulan tidaklah murah yakni berkisar 7 juta hingga 10 juta rupiah tiap bulannya. Biaya seperti ini tentu saja harus dikalkulasikan dengan baik beserta keuntungan yang didapatkan. Maka dari itu kebanyakan pengguna WAN adalah perusahaan.

Pengunjung

Daftar Isi

.

Followers